1. 1.        LEGENDA DAN SEJARAH DESA
    1. Legenda Desa

Banyak sedikitnya, setiap desa tentunya mempunyai sejarah dan legenda masa lalu. Hal ini sangat penting karena sebagai generasi penerus apabila segala tindakan mau menengok kebelakang tentunya hasilnya akan lebuh baik karena desa adalah merupakan tinggalan dari para tokoh pendahulu yang telah mendirikan desa dengan segala bentuk peraturan yang ada didalamnya.

Dalam legenda Desa Arjomulyo kami mencoba menulis untuk sekedar mengenang tentang keberadaan Desa Arjomulyo dimasa lalu.

Awal mula Desa Arjomulyo adalah sebuah hutan yang sangat lebat. Datanglah sekelompok orang yang menjadi pengawal Pangeran Diponegoro. Karena lelah mereka beristirahat dan menetap ditempat tersebut. Lama kelamaan jumlah mereka menjadi banyak dan akhirnya terwujudlah suatu pedukuhan yang pada waktu itu diberi nama Wanatawang. Adapun arti dari Wanatawang adalah Wana berarti Alas (Hutan-red) dan Tawang berarti Padang (terang). Setelah berjalan berpuluh-puluh tahun kemudian terbentuklah pedukuhan baru disebelah selatan Dukuh Wanatawang yang mereka beri nama Glempang. Nama tersebut diambil dari kegiatan masyrakat setempatyang begitu bangganya dengan hasil bumi dari daerah itu yang begitu melimpah yang dalam bahasa jawa dikatakan kesampar kesandung hingga terwujudlah nama Glempang. Setelah berdirinya Dukuh Glempang ternyata mereka belum puas dan kemudian mereka mendirikan pedukuhan baru yang waktu itu mereka beri nama Pedati.Dukuh ini banyak para pedagang yang berjualan hasil bumi keluar daerah dengan menggunakan gerobak kuda yang mempunyai nama lain Pedati.Saking banyaknya pedati di dukuh tersebut kemudian mereka beri nama Dukuh Pedati.Selain nama Pedati juga ada yang member nama lain yaitu Putihan.Adapun asal mula nama Putihan yaitu karena pada masa Zaman Kerjaan mataram , masyarakat member upeti kepada raja dan Akhirnya Raja Mataram memberikan hadiah /kebijakan kepada dukuh Pedati berupa penbebasan untuk membayar pajak yang pada waktu itu diberi nama daerah Putihan.

Seirng berjalannya wktu dari ketiga dukuh tersaebut muncullah para pemimpin dukuh yang pada waktu itu mereka beri niama lurah .Adapun nama – nama lurah yang pernah memimpin dukuh wanatawang adalah Mbah Wonodiwiryo , Mbah Nur Zaeman , Mbah Sirad , adapun yang sempat memimpin dikuh Glempang adalah Mbah Karta dan Mbah Krama Dimeja , dan lurah yang pernah memimpin Dukuh Pedati adalah Mbah Danu S, Mbah Manpura dan Mbah Suro Pawiro.

Setelah itu pada Zaman Penjajahan Belanda sekitar tahun 1918 terjadi penggabungan kepemerintahan yang pada waktu itu dinamakan Blengketan sehinga terjadilah  pesta demokrasi untuk menentukan pemimpin atau lurah blengketan.Adapun yang menjadi bakal calon lurah Blengketan pada waktu itu adalah Mbah Sirad dari Wanatawang  , Mbah karma Dimeja dari Glempang dan Mbah Suro Pawiro dari Pedati.

Dari ketiga bakal calon lurah tersebut akhirnya Mbah Suro Pawiroterpilih menjadi lurah Blengketan dari ketiga dukuh tersebut.Kemidian untuk menggabungkan ketiga dukuh tersebut menjadi satu yang disebut desa Mbah Suro Pawiro member nama Desa Arjomulyo.Dan sejak saat itulah muncul nama desa Arjomulyo tanpa merubah nama pedukuhan yang ada dimana yang menjadi pemimpin pada saat itu yaitu Mbah Suro Pawiro.Nama Desa Arjomulyo ditetapkan pada hari Senin  Kliwon , Tanggal 1 Januari 1919, Sehingga tanggal 1 Januari adalah hari jadi Desa Arjomulyo.

Selanjutnya untuk membantu jalanya pemerintah maka ditunjuklah Kepala kepala dusun yang disebut kebayan dan aparat pemerintahan yang lainnya.Keadaan tersebut terus berlangsung sampai sekarang sehingga dijaman sekarangpun masyarakat lebih mudah menyebut perangkat desa dengan sebutan,Kebayan , Kaum , Polisi , Congkog dan lainya yang sebenarya sekarang sudah tidak dipakai lagi.

Adapun nama nama Lurah atau Kepala Desa yang pernah memimpin Desa Arjomulyo yaitu :

1.Mbah Suro Pawiro      1919 s/d 1946          (  27 Tahun  )

2.Mbah  Marto Diharjo   1946 s/d 1984         (  38 Tahun  )

3.Bapak Karto Sujono    1986  s/d  1994        (  8    Tahun )

4.Bapak Suwardi                    1994  s/d  2002        (  8   Tahun  )

5.Bapak Eko Heriyanto  2002  s/d  2007        (  5  Tahun   )

6.Bapak Suwardi           2007   s/d  Sekarang.

    Dari perhitungan waktu yang cukup lama sampai terbentuknya Desa Arjomulyo ini tentunya banyak proses yang dilalui demi meningkatkan kwalitas pembangunan mental dan spiritual. Terkait dengan hal itu di Desa Arjomulyo sudah sejak dari dahulu bahwa untuk mewujudkan cita cita membangun desa atas dasar musyawarah dan pelaksanaannya secara gotong royong ataupun bentuk bentuk lainya semakin menurun.

Kiranya demikian sekelumit tentang Desa Arjomulyo, kurang dan lebihnya penulis mohon maaf yang sebesar sebesarnya karena sebagian besar dari cerita ini diambil berdasarkan cerita dari mulut ke mulut yang kami sendiri kurang begitu mengerti akan kebenaranya.       

  1. Sejarah Desa

No.

Tahun

Peristiwa Baik

Peristiwa Buruk

1

1919

Pemilihan Kepala Desa Arjomulyo untuk Pertama kali

 

2

1945

Proklamasi Kemerdekaan RI

 

3

1955

Pertama kali diadakan Pemilu

 

4

1965

 

Pemberontakan PKI

 

5

1979

Bantuan Peningkatan Gizi (Bulgur dan Sarden)

 

6

1990

Listrik masuk Desa Arjomulyo

 

7

1991

 

Banyak kambing mati secara mendadak

8

2000

 

Tanggul Sungai Kemit jebol dan mengakibatkan 6 hektar sawah terurug lumpur

9

2001

 

Tanggul Sungai Kemit jebol lagi dan mengakibatkan 10 hektar sawah terurug lumpur

10

2005

Bantuan 1 paket pengaspalan jalan sepanjang 1.000 m

 

11

2007

 

Terjadi angin puting beliung mengakibatkan 2 rumah rusak parah

12

2008

 

Terjadi luapan air dari sungai salam kedaratan mengakibatkan rumah/pemukiman penduduk kebanjiran.

Ditulis Oleh :Administrator
Pada : 29 Juli 2013 16:46:44 WIB

Komentar Artikel Terkait

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar